Press Release

PT PLN Gas & Geothermal

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)<br>
Budidaya Lebah Kelulut dan Budidaya Maggot di Desa Tanjung Batu, Kec Tenggarong Seberang,<br>
Kab. Kutai Kertanegara<br>
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)
Budidaya Lebah Kelulut dan Budidaya Maggot di Desa Tanjung Batu, Kec Tenggarong Seberang,
Kab. Kutai Kertanegara
14 Oktober 2021


Tanjung Batu, Kalimantan Timur – PT PLN (Persero) terus berupaya untuk memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar proyek melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sebagai salah satu anak perusahaan PLN Group, PT PLN Gas & Geothermal (PLN GG) juga turut andil dalam program TJSL. Sebagai upaya pengimplementasian Peraturan Menteri BUMN terkait program Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Nomor Per-05/MBU/04/2021, TJSL pertama kali PLN GG bertema “pemberdayaan masyarakat berbasis kelompok terkait potensi ekonomi lokal”. PLN GG menggelar acara Penyerahan Bantuan TJSL kepada Desa Tanjung Batu, Kec. Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kertanegara pada hari Jumat 27 Agustus 2021 secara virtual.


“Melalui program TJSL ini, PLN GG mewujudkan peran dalam membantu kegiatan pemberdayaan masyarakat terkait potensi ekonomi lokal dan memberikan kontribusi yang nyata serta turut memberikan semangat optimisme kepada masyarakat di tengah pandemic Covid-19. Rangkaian kegiatan ini merupakan sinergi PLN GG sebagai anak perusahaan BUMN dalam mengusung semangat dan misi BUMN Hadir Untuk Negeri,”kata Moh Riza Affiandi, Direktur Utama PLN GG.


Program TJSL yang diberikan berupa bantuan modal usaha untuk budidaya Klulut dan budidaya Maggot. Upaya untuk mempunyai produk unggulan (unique) yang bisa menjadi oleh-oleh khas Tanjung Batu menjadi alasan diusungnya program budidaya klulut. Diharapkan nantinya seluruh pemuda desa dapat terlibat dalam pelaksanaan 2 (dua) program budidaya Klulut dan Maggot sehingga dapat mengembangkan ekonomi lokal dan merangsang pertumbuhan kegiatan ekonomi serta menjadikan Desa Tanjung Batu sebagai desa percontohan.


Di samping itu, masalah sampah organik yang dihasilkan dari limbah pertanian, pasar dan rumah tangga menjadi alasan yang tepat untuk melaksanakan program budidaya maggot. Maggot yang dibudidayakan tidak hanya berguna sebagai pengurai sampah, bahkan dapat dimanfaatkan untuk menjadi makanan alternatif untuk pakan ternak. Menekan biaya pakan hingga 30% untuk usaha ternak menjadi cita – cita dari budidaya maggot ini.
“Selain menjadi wilayah ring 1 proyek Pipa Gas PLN GG, Desa Tanjung Batu juga merupakan kawasan ketahanan pangan di Kalimantan Timur. Dengan adanya bantuan ini diharapkan kawasan desa Tanjung Batu dapat berkembang menjadi kawasan agrowisata yang mampu menarik banyak wisatawan” harap Riza.


Manajemen PLN GG mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program TJSL ini. Diharapkan dengan adanya budidaya ini dapat mengembangkan kreasi dan inovasi masyarakat di Tanjung Batu untuk menjadi desa unggul dan mandiri. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mempererat tali kerjasama dan dukungan dari Tanjung Batu kepada PLN GG untuk terus melistriki Nusantara, khususnya Kalimantan Timur.


Contact Person :
Raka Perdana
Sekretaris Perusahaan
PT PLN Gas & Geothermal

Kembali
WHISTLE BLOWING SYSTEM